Tak Ada HAM Tanpa Hak Menentukan Nasib Sendiri
Tak Ada HAM Tanpa Hak Menentukan Nasib Sendiri Tanpa pengakuan atas hak itu, keadilan hanya slogan, dan HAM menjadi retorika kosong yang melayani kekuasaan. Pendahuluan Hak Asasi Manusia (HAM) kerap direduksi menjadi prinsip moral yang terpisah dari relasi kekuasaan. Negara berbicara tentang HAM melalui bahasa hukum dan institusi, seolah-olah pelanggaran HAM dapat diselesaikan dengan membentuk komisi, menyusun laporan, atau menyampaikan empati di hadapan kamera. Namun sejarah Papua menunjukkan bahwa tidak ada HAM tanpa hak menentukan nasib sendiri. HAM bukanlah semata perlindungan individu dari kekerasan fisik. Ia menyangkut hak kolektif suatu bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri, bebas dari dominasi dan penundukan struktural. Ketika hak menentukan nasib sendiri disangkal, seluruh rezim HAM berubah menjadi bahasa formal yang menutupi ketidakadilan politik yang lebih dalam. Hak Menentukan Nasib Sendiri: Jantung HAM Hak menentukan nasib sendiri secara eksplisit tercantum da...



