KWI Harus Tegas Menyikapi Tragedi HAM Papua
KWI Harus Tegas Menyikapi Tragedi HAM Papua Papua membutuhkan Gereja yang berani menyebut kezaliman secara gamblang, menuntut keadilan secara konsekuen, dan berdiri bersama rakyat yang tertindas. Pesan pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menyoroti isu keadilan sosial, krisis ekologis, marginalisasi masyarakat adat, serta situasi kemanusiaan di Indonesia, khususnya di Papua. Dalam pesannya, para uskup mengakui adanya luka sosial berkepanjangan akibat kekerasan dan hilangnya kepercayaan antara rakyat dan negara. KWI juga menegaskan bahwa pendekatan keamanan bukan solusi. Pernyataan ini patut diapresiasi. Namun, di tengah tragedi kemanusiaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun, sikap tersebut belumlah cukup. Gereja Katolik Indonesia perlu berbicara lebih terbuka dan lebih profetis mengenai akar persoalan Papua. Papua dan Bayang-Bayang Militerisme Sejak integrasi Papua ke Indonesia pada 1960-an melalui proses Penentuan Pendapat ...



