Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Menjawab Natalius Pigai: Pujian Internasional bukan Indikator HAM!

Menjawab Natalius Pigai: Pujian Internasional bukan Indikator HAM! Pernyataan yang mengisyaratkan bahwa kualitas hak asasi manusia (HAM) dapat diukur dari kepercayaan dunia internasional terhadap Negara di panggung global mengandung kekeliruan yang mendasar. Evaluasi HAM seharusnya bertolak dari pemenuhan hak-hak warga berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan bergeser menjadi ukuran reputasi diplomatik atau persepsi eksternal. HAM: Kewajiban, bukan Citra Dalam kerangka HAM modern, legitimasi tidak dibangun oleh pengakuan luar, melainkan oleh kepatuhan negara terhadap standar perlindungan warga.  Instrumen hukum global seperti ICCPR (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) maupun prinsip HAM universal tidak pernah menempatkan reputasi sebagai ukuran utama, melainkan praktik di lapangan: pencegahan kekerasan, akses keadilan, akuntabilitas aparat, dan pemulihan korban. Distorsi Persepsi vs. Realitas Menggantungkan indikator pada persepsi global membuka ruang ...

Postingan Terbaru

Papouasie occidentale : responsabilité française et crise humanitaire

Memperjuangkan Hak Rakyat Papua: Tugas Siapa?

ULMWP Calls for Daily Divine Mercy Prayer for the Healing of Papua

Dialog Jakarta–Papua: Sebuah Keharusan Sejarah